Kemenristekdikti Gelar Rakor Hakteknas 2019

Denpasar – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali menggelar rangkaian acara Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun 2019 untuk terus menggelorakan inovasi agar bisa meningkatkan daya saing bangsa. Tahun ini, Provinsi Bali terpilih menjadi tuan rumah Puncak Peringatan Hakteknas ke-24 pada Agustus 2019.

Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti, Ophitus Sumule mengatakan peringatan Hakteknas ke-24 merupakan tahun ketiga yang diselenggarakan di luar pulau Jawa. Sebelumnya, acara Peringatan Hakteknas ke-22 digelar di Makassar, Sulawesi Selatan (2017), dan Hakteknas ke 23 Pekanbaru, Riau (2018).

Peluncuran Hakteknas ke-24 telah dilaksanakan pada 21 Februari 2019 oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir bersama Gubernur Bali I Wayan Koster di hadapan sekitar 50 ribu mahasiswa/i dari seluruh perguruan tinggi Bali di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Kota Denpasar, Bali.

“Provinsi Bali dipilih karena memiliki potensi wisata, budaya, industri kreatif, entrepreneur, institusi pendidikan tinggi, peneliti dan inovator, serta berkelas internasional. Hal ini sesuai dengan tema yang diambil terkait pengembangan industri kreatif 4.0 untuk kemandirian dan daya saing daerah,” kata Ophirtus saat pembukaan Rapat Koordinasi Hakteknas 2019 di Gedung Unit 3 ruang rapat Prajasabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar pada Rabu (26/6/2019). Rakor ini dihadiri Karo Umum Gede Darmawa kantor Gubernur Bali, Prof Nengah dari LLDIKTI Bali dan para penanggungjawab kegiatan Hakteknas.

Peringatan Hakteknas bertujuan menumbuhkembangkan?kesadaran?masyarakat tentang?perlunya budaya?Iptek dalam?kehidupan sehari-hari; mendorong?kreatifitas?dan inovasi masyarakat dalam?rangka meningkatkan daya?saing bangsa; serta mensinergikan?strategi untuk implementasi berbagai kebijakan pemerintah, berkaitan dengan hasil?riset dan pengembangan untuk hilirisasi Iptek.

“Peringatan Hakteknas juga menjadi ajang mempromosikan produk-produk inovasi?berbasis?pada potensi?dan kearifan lokal dari?berbagai wilayah,” lanjutnya.

Peringatan Hakteknas ke-24 tahun 2019 ini, lanjutnya, mengangkat tema “Iptek Dan Inovasi Dalam Industri Kreatif 4.0” dengan sub tema “Industri Kreatif 4.0 untuk Kemandirian dan Daya Saing Bangsa” dengan tagline “Inovasi, Bangun Bangsa”.

Menurut Ophirtus, sebagai tuan rumah penyelenggaraan Hakteknas 2019, Provinsi Bali akan mendapatkan berbagai manfaat, diantaranya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya Iptek dan Inovasi, tumbuh?kembangnya Industri Kreatif yang berdayasaing di era Revolusi Industri 4.0, serta meningkatnya?peran Iptek dan Inovasi untuk kemandirian dan daya saing daerah.

Rangkaian Kegiatan Hakteknas – 24

Peringatan Hakteknas ke-24 akan diisi dengan rangkaian kegiatan di antaranya Bakti Inovasi, gerak jalan sehat dan lomba, Kegiatan ilmiah, talkshow series (TV dan Radio), Acara Puncak, Malam Apresiasi, Anugerah Inovasi, Pameran Inovasi Anak Negeri, dan Ritech Expo.

Pada Rakor tersebut, Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) Retno Sumekar sekaligus penanggungjawab kegiatan Bakti Inovasi Teknologi menjelaskan program yang akan dilakukan diantaranya berupa penyerahan produk inovasi dan pelatihan untuk kabupaten kota. Produk Inovasi berupa compact motorcycle, Bali 3D printer 2 in 1, TROLLS, PODKOD, Penjernih Air, Kursi roda otomatis dengan kendali smartphone android.

Selanjutnya penanggungjawab Side Event/Jalan Sehat Ari Hendrato menjelaskan terkait lomba yang sudah dibuka untuk umum, wartawan dan mahasiswa sampai 15 Juli 2019. Untuk gerak jalan dilakukan 25 Agustus di Kota Denpasar Lapangan Renon dimulai dari Jalan Basuki Rahmat dengan jarak 3,7 km. Gerak jalan melibatkan masyarakat Bali, mahasiswa dan para pegawai di lingkungan Kantor Gubernur Bali.

Penyelenggaraan Ritech Expo,
menurut Dadan dari Biro KSKP Kemenristekdikti, akan dimulai 25 Agustus 2019. Dari 150 booth yang disiapkan sudah 90% terpenuhi terdiri dari LPNK (6 peserta), Perguruan Tinggi (38 peserta), Balitbang Daerah (10 peserta), balitbang K/L (18 peserta), industri (18 peserta), kemenristekdikti program unggulan dan satker (10 peserta), mitra luar negeri (8 peserta) Taiwan dan Jerman, infrastrusktur PT. INKA, Perkapalan dan Angkasa Pura.

Untuk kegiatan Ilmiah, terang Aldi dari direktorat inovasi industri, akan terbagi di luar bali ada 56 kegiatan ilmiah, di dalam bali ada 12 kegiatan ilmiah dan penandatangan MoU. Karena itu diharapkan dukungan dari pemerintah daerah berupa fasilitas keamana peserta, tempat dan sarpras selama kegiatan berlangsung, fasilitas penjemputan dan pengawalan untuk Menristekdikti,  BJ. Habibie dan para menteri/pejabat VIP terutama untuk 12 kegiatan ilmiah di bali.

Pada kegiatan Anugerah Iptek dan Inovasi menurut penjelasan wihatmoko, membutuhkan 30 trophy Inovasi untuk aneka kategory anugerah. Trophy dibuat dengan ukiran khas Bali untuk itu dibutuhkan bantuan dari Pemda Bali untuk penggerajinnya.

Sementara puncak peringatan Hakteknas ke-24 tahun 2019, dipusatkan di Lapangan Puputan – Margarana, Denpasar, Bali, Rabu (28/8/2019). Eka Gandara mengatakan seremonial puncak Hakteknas meliputi sambutan-sambutan dan arahan dari Presiden RI, penyerahan anugerah iptek dan lomba produk inovasi nasional dan diakhiri dengan peninjauan Ritech Expo yang berisi produk-produk strategis dan unggulan hasil karya anak bangsa. Acara Puncak akan dimeriahkan dengan Penggunaan Teknologi ICT AR?(Augmented Reality), serta VR?(Virtual Reality)
Leap?Motion yang sedang?dalam pengembangan Bersama ISI dan STIKOM Denpasar.

Selanjutnya hasil rakor ini diharapkan bisa terlaksana dengan baik dan diharapkan juga koordinasi pusat dan daerah sudah berjalan mengingat waktu yang semakin dekat.