Menristekdikti Mohamad Nasir saat membuka Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Hakteknas ke-24 di Denpasar, Bali

DENPASAR – Pemerintah berupaya keras membangun startup (perusahaan rintisan) menjadi raksasa internet alias unicorn. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 di Denpasar, Bali.

Hakteknas tahun ini mengambil tema Iptek Dan Inovasi Dalam Industri Kreatif 4.0 dengan sub-tema Industri Kreatif 4.0 untuk Kemandirian dan Daya Saing Bangsa. “Karena kami lihat industri kreatif adalah salah satu fokus pengembang industri kita ke depan dalam rangka GDP dan perekonomian nasional,” kata Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), Jumain Appe dalam keterangan persnya, Kamis (21/2/2019).

Lebih lanjut dikatakan, industri kreatif di Bali sangat bagus, selain pariwisata, budaya dan adat istiadat masyarakatnya. Karena itu, mereka perlu didorong agar mendunia melalui sentuhan digital teknologi. “Kami sudah bertemu dengan e-commerce seperti Shopee, Bukalapak. Kami tawarkan produk yang ada dan mereka sangat tertarik. Misalnya aroma terapi, elektronik health, konsultasi kesehatan online dan lainnya. Responsnya luar biasa,” kata Jumain.

Dia menegaskan, startup Indonesia harus dibangun karena market nasional sangat besar dan selama ini dikuasai produk impor. Tidak kurang barang yang dijual Shopee 80% adalah produk impor. “Sedangkan pemasukan terbesar dari Indonesia, yakni 60%,” ungkapnya.

Terkait hal ini, pihaknya ingin melakukan penjajakan kerja sama dengan e-commerce. “Kita bangun startup industri kreatif di sini. Kami jembatani, untuk awal akan diajukan lima universitas, yaitu ITB, IPB, Unhas, Unair dan UGM,” sebutnya.

Sementara itu, Menristekdikti Mohamad Nasir sebelumnya mengatakam, dari tema yang ada, pemerintah ingin menerjemahkannya ke dalam rangkaian kegiatan Hakteknas. Antara lain, Bakti Inovasi, gerak jalan sehat dan lomba, kegiatan ilmiah, talkshow series, acara Puncak Malam Apresiasi, Anugerah Inovasi, Pameran Inovasi Anak Negeri (Eye Catching), dan Ritech Expo.

Mohamad Nasir menjelaskan, Provinsi Bali dipilih karena memiliki potensi wisata, budaya, industri kreatif, enterpreneur, dan berkelas internasional. Ini semua sesuai dengan tema yang diambil terkait pengembangan industari kreatif 4.0 untuk kemandirian dan daya saing bangsa.

Lebih lanjut dikatakan, pemilihan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan adalah suatu bentuk usaha guna mendorong terwujudnya iklim inovasi daerah yang semakin maju. Ini adalah untuk ketiga kalinya gelaran peringaan Hakteknas dilaksanakan di luar Pulau Jawa. Sebelumnya Hakteknas digelar di Pekanbaru (2018) dan Makassar (2017).